bantu kami
Entri Populer
-
Sepuluh tahun setelah pertama film American Pie, tiga perjaka malang baru menemukan kitab yang tersembunyi di perpustakaan sekolah, di SMU...
-
film di bembem 21 Extremely Dangerous merupakan film laga komedi yang diangkat dari komik DC karya Warren Ellis. Sering disingkar seba...
-
Agus (Ringgo Agus Rahman), seorang mahasiswa Universitas Negeri Bandung yang terjebak dalam lingkaran kenikmatan selingkuh. Sudah memiliki ...
-
film di bembem 21 the korean movie who tells about a model student and a troublemaker fall in love with the same guy. The troublemaker ...
-
Seorang mahasiswa muda jatuh jatuh cinta dengan putri seorang profesor. Dijanjikan oleh sang profesor bahwa ia akan membiarkan dia menikahi...
-
film di bembem 21 Mu Myeong (Cho Seung-Woo) is a Joseon dynasty headhunter who meets and falls in love with lady Ja Yeong (Su-Ae) who wil...
-
film di bembem 21 Ketika sedang membersihkan rumahnya, Ji-hae menemukan sebuah kotak berisi surat-surat cinta sang ibu Joo-hee, yang di ma...
-
When a thief driving a motorcycle steals a purse of a pedestrian, the clumsy, naive and honest rookie policeman Sang-hwan (Ryoo Seung-beom)...
-
film di bembem 21 Beautiful, sexy Ji-young is placed at an all boys’ high school as student-teacher. Teenage boys in puberty think of her...
My Boss, My Hero
layaknya film-film gangster, film yang dibintangi oleh Jeong Joon-ho ini pun tidak lepas dari perkelahian antarpreman. Di bagian awal film yang pada tahun 2001 ini menjadi film terlaris keenam di Korea ini, kita sudah disuguhi perkelahian dalam rangka pengambilalihan wilayah kekuasaan.
Gye Du-sik adalah anggota salah satu gangster di Seoul, yang sukses dalam perluasan kekuasaan ke Myeongdong. (Bagi yang tidak tahu, Myeongdong masih menjadi bagian dari Seoul.) Meski demikian, kesuksesannya itu justru membuat anggota gangster lainnya merasa tidak nyaman. Masalahnya, Du-sik tidak lulus SMA. Pimpinan kelompok mereka akhirnya memerintahkan Du-sik untuk kembali ke bangku sekolah. Sejumlah kelucuan sengaja dihadirkan dalam film ini. Misalnya, ketika Du-sik diminta untuk menyebutkan alamat e-mail miliknya. Du-sik yang tidak tahu apa yang disebut e-mail malah menjawab dengan menyebutkan alamat rumahnya.
Salah satu aspek yang diangkat di film ini ialah budaya premanisme di dalam sekolahan. Du-sik, bos gangster yang kembali menjadi anak sekolahan, justru mengalami penindasan oleh teman sekelasnya. Karena ditargetkan untuk mendapatkan ijazah, tentu saja ia tidak berani macam-macam, meskipun beberapa kali menunjukkan kekesalannya. Tidak sekadar mengangkat hal tersebut, secara umum, film ini mengecam praktik-praktik kotor yang terjadi dalam dunia pendidikan, tentu saja dalam konteks Korea. Beberapa tampaknya cukup mengena dengan kondisi di Indonesia.
doownload film
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar